Barcode dan Sidik Jari

Untitled-1Di zaman yang serba modern ini saya yakin Anda pernah mengunjungi toko, swalayan, minimarket, supermarket, atau bahkan mungkin hypermarket. Jika Anda berbelanja di tempat seperti itu, maka dapat dipastikan Anda akan berurusan dengan sebuah simbol yang bernama “Barcode”. Barcode biasanya berbentuk garis-garis vertikal yang berjejer seperti pagar di atas angka-angka tertentu

Fungsi utama barcode adalah untuk mempermudah proses administrasi terhadap produk,terutama membuat produk lebih cepat terbaca oleh mesin penghitung,sehingga dengan cepat harga dari sebuah produk bisa dikenali dan dibedakan dari produk yang lain.

Bukan hanya produk-produk perdagangan saja  yang memiliki barcode,setiap mahluk ciptaan Allah,termasuk manusia,sesungguhnya memiliki barcode ,yang bersifat taken for granted (udah dari sononya). Kalau produk perdagangan barcode nya berupa garis-garis,maka ciptaan Allah memiliki berbagai jenis barcode yang bermacam-macam yang membuat mahluk itu bisa dikenali dan dibedakan dari mahluk lainnya.

Sidik jari merupakan salah satu jenis ‘barcode’ ciptaan Allah yang melekat pada diri manusia. Bedanya sidik jari merupakan garis-garis tak beraturan,sementara barcode merupakan garis-garis vertikal.Sebagai ciptaan Allah,tentu sidik jari jauh lebih canggih dan lebih sempurna daripada barcode.Untuk hal ini siapa pun tak dapat memungkiri.

Seperti halnya barcode, sidik jari juga bisa menjadi ‘tanda’ pengenal dan pembeda antara satu manusia dengan manusia yang lainnya. Setiap orang memiliki sidik jari yang berbeda-beda. Meskipun manusia yang hidup di atas bumi ini berjumlah milyaran, tetapi sidik jari mereka tidak ada yang sama. Bagaimana bisa? Itulah  kekuasaan Allah yang patut kita renungi.

Allah tidak menciptakan sesuatu tanpa maksud. Segala mahluk ciptaan Allah pasti memiliki hikmah dan maksud yang besar yang harus kita pikirkan. Kaki,tangan,kepala dan anggota tubuh lainnya ini sarat dengan rahasia Allah. Begitu juga sidik jari.

Sidik jari yang didapat oleh para penyidik,akan memudahkan pihak berwajib dalam mengenali siapa pelaku sebuah kejahatan. Ini artinya sidik jari bisa menjadi bukti atau saksi bisu yang mampu mengungkap keterlibatan seseorang dalam sebuah tindak kejahatan. Mungkin inilah salah satu hikmah, mengapa Allah swt. membuat sidik jari manusia berbeda-beda.

Allah berfirman, “pada hari ini kami tutup mulut mereka, dan berkatalah tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS. Yaasin: 65).

Meskipun ayat tersebut menjelaskan bahwa pada hari kiamat seluruh anggota tubuh kita akan bersaksi atas apa yang kita lakukan semasa hidup di dunia, namun kenyataannya di dunia inipun tangan kita (sidik jari) sudah mampu memberikan kesaksian dan menjadi bukti atas kejahatan yang kita lakukan. Itulah kebesaran dan rahasia Allah atas sidik jari manusia.